TUNGGU PENGUMUMAN PEMENANG, 24 FINALIS KHATTIL QUR’AN BERSAING DI MTQ NASIONAL XXIX KALSEL

(Sumber: jejakrekam.com)
SEBANYAK 24 finalis dari cabang Khattil Quran dari semua golongan, saat ini tinggal menunggu pengumuman siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Hal ini karena, mereka sudah menyelesaikan penilaian babak akhir di cabang yang dilombakan dalam MTQ Nasional XXIX 2022 Kalimantan Selatan.
Lomba kaligrafi Quran ini berlangsung Madrasah Darussalam Tahfiz dan Darul Alquran, Martapura, Kabupaten Banjar, Senin(17/10/2022)
Bukan usaha yang mudah bagi Zainnur Rahman dan kawan-kawan bisa mencapai babak final. Ini karena sebelumnya kafilah Kalsel sudah diberikan pelatihan terlebih dahulu.
“Kalsel sudah dari 10 bulan yang lalu mengadakan pelatihan sampai dengan menjelang lomba. Ada yang latihan di Jakarta, Yogyakarta dan lain-lain,” ujar pria asal Barito Kuala ini.
Zainnur Rahman berharap agar bisa menjadi juara 1, pada saat pengumuman di malam penutupan yang berlangsung di Kiram Park pada Rabu (19/10/2022) malam. Dirinya juga berharap Kalimantan Selatan agar bisa menjadi juara umum.
Di tempat yang sama, Dewan Hakim Golongan Naskah, Ade Setyawan mengatakan, cabang lomba ini tidak hanya memperhatikan keindahan tulisan sebagai penilaian. Namun juga, ada beberapa kaidah lainnya yang menjadi acuan penilaian.
“Untuk kriteria penilaian di golongan naskah mushaf, ada dua yaitu kaidah dan keindahan huruf jadi keseluruhan huruf dan warnanya itu tidak banyak. Lalu golongan dekorasi ada tiga unsur. Yakni, unsur kaidah kaligrafi, keindahan kaligrafi lalu ornamen dan warna.
Sedangkan, kontemporer penilaiannya ada dari aspek huruf, unsur kesenirupaan apakah kreativitas atau inovasi. Terakhir itu, sentuhan akhir supaya menghasilkan karya yang sempurna,” pungkas Ade Setyawan.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Penanggung Jawab Cabang Khattil Quran, Rusbandi mengatakan, kaidah khat dalam lomba ditentukan oleh Dewan Hakim, sehingga peserta tidak bisa sembarangan membuat kaidah tulisan.
“Kalau dekorasi ada ketentuannya. Hal itu itu ditentukan oleh Dewan Hakim, seperti memakai kaidah khat diwany jaly, kufy, farisy, riq’ah dan naskhi,” imbuh Rusbandi. (Sumber: jejakrekam.com)